Sunday, February 19, 2012

cerita di ruang kuliah

Hallo, kali ini mau berbagi cerita tentang "cerita di ruang kuliah | mata kuliah pengantar ilmu ekonomi "

SULHAM SYAHID
cerita di ruang kuliah ekonomi
hari ini saya ingin menulis sesuatu yang berbeda dari tulisan saya sebelumnya.
serius. Kalau tidak percaya, baca saja!

oke, kita mulai!
saat saya menulis ini, saya adalah seorang mahasiswa unhas jurusan ilmu kelautan dan perikanan(FIKP) dan menjalani/programkan semester 2 dan mengambil 10 mata kuliah (24sks).
dan salah satu mata kuliahnya adalah pengantar ilmu ekonomi (PIE). Lha, apa bagusnya ini tulisan kalau Cuman bahas mata kuliah. Tenang, tenang, sabar, sabar, baca saja terus!

#1 hari pertama kesan pertama,
pertemuan pertama adalah segalanya, maksudnya ya, segalanya bisa terjadi.

setelah selesai membacakan kontrak perkuliahan. Dia menyebut nama saya,
sambil menatap saya, ia juga menunjuk kearah saya dan berkata:
dosen : mana sulham? kamu ya yang isiin absen ini?
saya    : (angkat tangan kanan) bu..bukan bu, gimana mungkin bu’? saya ‘kan gak kenal.
dosen : gak kenal gimana. Kamu ’kan 1 angkatan.saya sudah lama dosen disini jadi saya tahu persis.
saya    : beneran, swear, sumpah, sure!! Bukan saya bu.
*membela mati-matian sampai habis-habisan alhasil gak berhasil, seandainya ada tong sampah di depan, saya tabrak juga tuh terus masukin kepalaku biar jengkelku gak keluar (cukup dalam hati)! Tingkahku saat itu dah kayak cacing ke cacingan tapi saya tetap menjaga sopan tentunya (cukup dalam hati, diulang lagi senk). Seandainya aja ia lagi ultah, dah saya lempar tuh kencang-kencang  mukanya pake kue. Otomatiskan dia gak marah karena hari bahagianya, saya juga gak marah karena dah nyemplungi keu ke mukanya.
#lagiberimajinasi

Tapi kali ini, saya sih gak ada masalah, lha dia ‘kan dosen saya dan kayaknya dia juga orang baik-baik sepegetahuan saya sih dia gak makan sabun dan pasta gigi, ya’, anggaplah ia baik.

Tapi kalau boleh saran, jangan simpulkan sesuatu yang belum tentu kebenarannya, saya akui INTUISI anda sebagai dosen profesional,  tapi intuisi aja ‘kan gak cukup. Yang penting ‘kan kenyataannya. Gimana? Setuju tidak? Oke, anggap saja pertemuan pertama ini “wow”.

#2 pertemuan kedua, hari itu saya pake baju putih, celana biru panjang, rambut gaya jambul ayam. Tapi ayam paling keren di dunia. Hm, tapi ada gak ya? Anggap saja.
Next, saya bener-bener bersemangat ikut mata kuliah ini lagi. Alhasil, pendapat yang saya ajuin itu salah maning, salah maning! Sabar lagi dhe!
tapi kali ini sih lumayan menarik, mau tau apa yang menarik?
tapi setelah pesan-pesan berikut ini.

……………………………

pas dosen kesayangan saya bilang, “gak mungkin bisa beli apa-apa(barang)tanpa uang (modal)”, terus saya nyelonok aja bilang “ bisa ko bu!”
teman-teman langsung liat saya, saya liat teman-teman, saya dan teman-teman saling liat-liat.

terus dia bilang “tidak mungkin”. Saya langsung memberi alasan terbaik menurut saya. Dengan gaya nervous dikit saya jelasin tuh meskipun agak sedikit ngawurrrrrrrrrr.
kurang lebih jawabannya seperti ini “bisa dong bu, misalnya kita mau beli mobil tapi sekarang gak punya uang (1000rupiah pun gak ada), dan anggaplah harga mobil yang anda mau beli itu 100juta. Dan kalau mau kredit itu harus masukin uang DP sekitar 10-20% dari harganya. Jadi anggaplah 20juta untuk DPnya. Ya’, bagaimana cara mendapatkannya? Buatlah proposal kerja sama antara perusahaan contoh bank mega dan buatlah perjanjian untuk memasang iklan/stiker full di mobil (mobil iklan), pernah liat gak? anda bisa mendapatkan uang dari sana, biasanya 3tahun=25.000.000,- terus gimana bayar cicilannya, ya, anda bisa rentalkan atau anda cari-cari job, yakin dan percaya sangat banyak yang anda bisa lakukan dengan mobil. Serius!”

hm, gak ada salah dicoba loh! Yang salah kalau takut mencoba.
kalau anda berhasil, ingat loh sayanya diajak jalan-jalan. Hehehehe’

terus setelah beberapa saat kemudian, ia menunjuk saya lagi.

d : “siapa namanya yang pake baju putih itu?”
s : “sulham bu”
d : “siapa ‘sulhang’?
s : “sulham bukan sulhang”
d : “sulhan”
s : “sulham bu”
d : “ooo, sulham”
#lalod banget sih

dalam hati saya, “ya, sulham”, ibu ini make’ telingan swasta sih jadi gak kedengaran, update dong bu. Telinga atau tong sampah sih.
#itu dalam hati yaa’

d : “kamu suka kredit-kredit ya? Gak malu tuh kalau nanti punya mobil terus kalau ngerem bunyinya “kkrreeeeeeetttttttt….kkkkrrrrrrreeeeeeeettttttttdiiiiittttttttt”
(sebagian orang tertawain saya)
dalam hati saya sih, saya nertawain kalian.
saya jelasin ya, kenapa saya menertawain kalian dalam hati.
#dalam hati doing ko saya bilang
“Jangan pernah ngumpulin uang untuk beli mobil, susah kalau kita orang sederhana, saya yakin gak bakalan beli mobil, percaya deh sama saya” makanya pake tuh teori diatas.
apa landasan saya bilang gitu, jangan langsung dibantah dulu. Oke
gini nih, “seorang pengusaha property (perumahan) itu biasa membutuhkan modal sekitar 180miliar, (jangan pingsan dengar uangnya banyak gitu, jujur gak pernah liat uang segitu) untuk membangun perumahannya tersebut”
lha, apa hubungannya, ya’, jelas ada hubungannya. Pengusaha property itu gak mungkin dia yang punya uang sebanyak itu, palingan cuman 5% itu dah banyak banget, terus gimana dia dapatin sisa uangnya, ya’, minjam dari bank terus dia bayar kredit”
bayangin aja, kalau dia mau ngumpulin uangnya sampai 180miliar baru bangun rumah, dia membutuhkan waktu yang sangat lama dan kemungkinan besar  ia gak bisa terwujud. Begitulah juga dengan mobil, kalau anda mau ngumpulin uang/gaji anda yang sebesar 3juta/bulan kira-kira berapa tahun baru nyampe 100juta. Lama ya, buangeeeeeeeeettttttttttt malah!

anda boleh percaya atau gak tapi ini adalah trik yang dah digunakan oleh beberapa orang.

maaf, tulisan ini saya buat cuman untuk hiburan.
#hiburan
ingat lohhhhhh!!!!!!!!!!



update
saya bener-bener gak nyaka nilai PIE ( Pengantar Ilmu Ekonomi ) saya dapat A. hahaha

HORMON

Hormon adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel. Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan.

Hormon beredar di dalam sirkulasi darah dan fluida sell untuk mencari sel target. Ketika hormon menemukan sel target, hormon akan mengikat protein reseptor tertentu pada permukaan sel tersebut dan mengirimkan sinyal. Reseptor protein akan menerima sinyal tersebut dan bereaksi baik dengan memengaruhi ekspresi genetik sel atau mengubah aktivitas protein selular,[1] termasuk di antaranya adalah perangsangan atau penghambatan pertumbuhan serta apoptosis (kematian sel terprogram), pengaktifan atau penonaktifan sistem kekebalan, pengaturan metabolisme dan persiapan aktivitas baru (misalnya terbang, kawin, dan perawatan anak), atau fase kehidupan (misalnya pubertas dan menopause). Pada banyak kasus, satu hormon dapat mengatur produksi dan pelepasan hormon lainnya. Hormon juga mengatur siklus reproduksi pada hampir semua organisme multiselular.
Pada hewan, hormon yang paling dikenal adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar endokrin vertebrata. Walaupun demikian, hormon dihasilkan oleh hampir semua sistem organ dan jenis jaringan pada tubuh hewan. Molekul hormon dilepaskan langsung ke aliran darah, walaupun ada juga jenis hormon - yang disebut ektohormon (ectohormone) - yang tidak langsung dialirkan ke aliran darah, melainkan melalui sirkulasi atau difusi ke sel target.
Pada prinsipnya pengaturan produksi hormon dilakukan oleh hipotalamus (bagian dari otak). Hipotalamus mengontrol sekresi banyak kelenjar yang lain, terutama melalui kelenjar pituitari, yang juga mengontrol kelenjar-kelenjar lain. Hipotalamus akan memerintahkan kelenjar pituitari untu mensekresikan hormonnya dengan mengirim faktor regulasi ke lobus anteriornya dan mengirim impuls saraf ke posteriornya dan mengirim impuls saraf ke lobus posteriornya.
Pada tumbuhan, hormon dihasilkan terutama pada bagian tumbuhan yang sel-selnya masih aktif membelah diri (pucuk batang/cabang atau ujung akar) atau dalam tahap perkembangan pesat (buah yang sedang dalam proses pemasakan). Transfer hormon dari satu bagian ke bagian lain dilakukan melalui sistem pembuluh (xilem dan floem) atau transfer antarsel. Tumbuhan tidak memiliki kelenjar tertentu yang menghasilkan hormon.

factor regulasi

Faktor regulasi adalah senyawa kimia yang mengontrol produksi sejumlah hormon yang memiliki fungsi penting bagi tubuh. Senyawa tersebut dikirim ke lobus anterior kelenjar pituitari oleh hipotalamus. Terdapat 2 faktor regulasi, yaitu faktor pelepas (releasing factor) yang menyebabkan kelenjar pituitari mensekresikan hormon tertentu dan faktor penghambat (inhibiting factor) yang dapat menghentikan sekresi hormon tersebut. Sebagai contoh adalah FSHRF (faktor pelepas FSH) dan LHRF (faktor pelepas LH) yang menyebabkan dilepaskannya hormon FSH dan LH.

hormone antagonik
Hormon antagonistik merupakan hormon yang menyebabkan efek yang berlawanan, contohnya glukagon dan insulin. Saat kadar gula darah sangat turun, pankreas akan memproduksi glukagon untuk meningkatkannya lagi. Kadar glukosa yang tinggi menyebabkan pankreas memproduksi insulin untuk menurunkan kadar glukosa tersebut.
Hormon Pada Avertebrata

Pergantian kulit pada serangga ternyata dikendalikan oleh hormon, namanya hormon ekdison (yang menyebabkan pergantian kulit atau Ekdisis), selain itu juga terdapat hormon hormon Juvenil (menghambat metamorfosis).

Sedangkan pada Crustaseae (sebutan untuk udang, kepiting) Ada 2 faktor yang mempengaruhi molting (atau pergantian kulit) yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal diantaranya; adanya stressor, nutrisi, photoperiod dan temperatur sedangkan faktor internal terkait dengan produksi hormon ekdisteroid dan Molt Inhibiting Hormon (MIH). Pelepasan hormone ekdisteroid oleh organ-Y yang bervariasi berdasarkan stadium yang dilaluinya dalam siklus ganti kulit dan juga tergantung pada kadar hormon ekdisteroid yang terdapat dalam hemolim.


kerja hormone
Pengaturan kadar hormon ekdisteroid hemolim dapat dipengaruhi melalui beberapa lintasan. Penelitian terhadap organ-Y dengan cara in vitro memperlihatkan bahwa ekstrak tangkai mata dapat memperlambat atau menghentikan pelepasan hormon ekdisteroid. Berdasarkan sistem pengaturan kadar hormon ekdisteroid hemolim tersebut diatas dan hubungannya dengan MIH. Model sistem pengaturan neuroendokrin yang pernah diketahui adalah interaksi antara organ-X – kelenjar sinus dan organ-Y. Faktor lingkungan termasuk di dalamnya stres akan mengaktifkan neuron serotonergik tangkai mata yang merangsang kompleks sel-sel neurosekretori organ-X (XO) – kelenjar sinus (SG) untuk melepaskan MIH. MIH dalam hemolim berikatan dengan permukaan reseptor sel organ-Y yang menyebabkan adenilat siklase (AC) aktif dan mengubah ATP menjadi cAMP (siklik AMP). Produksi hormon ekdison dari kolestrol akan ditekan oleh cAMP. Pengaruh yang berlawanan ditimbulkan oleh kalsium (Ca) yang berikatan dengan kamodulin akan mengaktifkan enzim cAMP-fosfodiesterase membentuk 5 AMP, sehingga produksi ekdison dapat ditingkatkan kembali. Kenaikan kadar kalsium hemolim pada awal ganti kulit dan akan turun kembali pada saat ganti kulit, keadaan ini berhubungan dengan perubahan ekdisteroid hemolim. Beberapa hewan mengeluarkan Feromon yang berfungsi menarik lawan jenis, mencari makanan atau mengendalikan kesuburan. Berikut beberapa contoh hewan-hewan avertebrata:

1. Kupu-kupu
Ketika kupu-kupu jantan atau betina mengepakkan sayapnya, saat itulah feromon tersebar diudara dan mengundang lawan jenisnya untuk mendekat secara seksual. Feromon seks memiliki sifat yang spesifik untuk aktivitas biologis dimana jantan atau betina dari spesies yang lain tidak akan merespons terhadap feromon yang dikeluarkan betina atau jantan dari spesies yang berbeda.

2. Ngegat
Komunikasi melalui feromon sangat meluas dalam keluarga serangga. Feromon bertindak sebagai alat pemikat seksual antara betina dan jantan. Jenis feromon yang sering dianalisis adalah yang digunakan ngengat sebagai zat untuk melakukan perkawinan. Ngengat gipsi betina dapat mempengaruhi ngengat jantan beberapa kilometer jauhnya dengan memproduksi feromon yang disebut “disparlur”. Karena ngengat jantan mampu mengindra beberapa ratus molekul dari betina yang mengeluarkan isyarat dalam hanya satu mililiter udara, disparlur tersebut efektif saat disebarkan di wilayah yang sangat besar sekalipun.

3. Semut dan lebah madu

Feromon memainkan peran penting dalam komunikasi serangga. Semut menggunakan feromon sebagai penjejak untuk menunjukkan jalan menuju sumber makanan. Bila lebah madu menyengat, ia tak hanya meninggalkan sengat pada kulit korbannya, tetapi juga meninggalkan zat kimia yang memanggil lebah madu lain untuk menyerang. Demikian pula, semut pekerja dari berbagai spesies mensekresi feromon sebagai zat tanda bahaya, yang digunakan ketika terancam musuh; feromon disebar di udara dan mengumpulkan pekerja lain. Bila semut-semut ini bertemu musuh, mereka juga memproduksi feromon sehingga isyaratnya bertambah atau berkurang, bergantung pada sifat bahayanya.
Hormon yang menyebabkan terjadinya fenomena age polytheism adalah hormon juvenil atau biasa juga disebut sebagai JH. Pergantian divisi pekerjaan berdasarkan umur dipengaruhi oleh kadar JH dalam tubuh. Kadar JH meningkat seiring dengan pertambahan umur pekerja. peningkatan kadar JH itulah yang mengatur kebiasaan kerja pada lebah pekerja. Tetapi walaupun demikian pergantian divisi bukanlah sesuatu yang saklek. Proses tersebut merupakan suatu yang fleksibel, tergantung pada proporsi jumlah pekerja yang dibutuhkan pada divisi yang sudah ada. Peningkatan JH juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan seperti keberadaan makanan, umur, dan struktur koloni serta respon yang berbeda terhadap lingkungan.






AVERTEBRATA LAUT
                                       HORMON


SULHAM SYAHID
L111 11 257
ILMU KELAUTAN
FAK. ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN







          UNIVERSITAS HASANUDDIN
                       MAKASSAR
                             2012











Tuesday, February 14, 2012

INVERTEBRATA

INVERTEBRATA | AVERTEBRATA | MATERI AVERTEBRATA UMUM

membahasa secara umum tentang invertebrata.

 

invertebrata

Invertebrata / Avertebrata adalah emua hewan yang tidak memiliki tulang belakang dikelompokkan dalam Invertebrata (avertebrata). Hewan invertebrata ada yang tersusun oleh satu sel (uniselluler) dimana seluruh aktivitas kehidupannya dilakukan oleh sel itu sendiri. Sedangkan hewan invertebrata yang tersusun oleh banyak sel (multiselluler/metazoa) sel selnya mengalami deferensisasi dan spesialisasi membentuk jaringan dan organ tubuh dan aktivitasnya semakin komplek.
Perkembangan embrio hewan metazoa melalui tahap tahap tertentu. Secara embriologi, hewan ada yang memiliki dua lapisan kulit, hewan demikian dinamakan diploblastik. Untuk hewan yang memiliki tiga lapisan kulit dalam tubuhnya dinamakan triploblastik. Struktur tubuh, dan sistem sistem yang ada pada hewan invertebrata berbeda beda, makin tinggi tingkatannya semakin komplek struktur dan sistem tubuhnya..

PROTOZOA
Tubuh terdiri satu sel, ukuran 3-1000 mikron, eukariotik, habitat ditempat yang basah, sebagai zooplankton di perairan, protozoa hidup soliter atau berkoloni. Protozoa dibagi menjadi empat kelompok yaitu Rhizopoda/sarcina, Flagellata atau Mastigophora, Ciliata, dan Sporozoa.

Rhizopoda (Sarcina)
Contoh Rhizopoda antara lain Amoeba, Arcella, Foraminifera, Difflugia, Radiolaria. Amoeba mempunyai pseudopodum (kaki semu) sebagai alat gerak, bentuk tidak tetap, membran sel sangat tipis dan bersifat elastis disebut plasmolema, vakuola makanan untuk mencerna makanan, vakuola kontraktil untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme dan osmoregulasi. Amoeba mengambil makanan dengan fagositosis, reproduksi dengan vegetatif yaitu membelah diri. Habitat amoeba ada dua jenis ektoameba dan entameba. Ektoameba di luar tubuh contohnya Amoeba proteus, entameba di dalam tubuh. Entameba ada tiga yaitu entameba gingivalis di dalam mulut, entameba coli diare di dalam usus besar, entameba histolytica disentri di dalam usus halus.

Arcella kerangka luar tersusun dari zat kitin. Foraminifera terdiri dari silika/zat kapur, fosilnya sebagai petunjuk dalam pencarian sumber minyak bumi, genus yang terkenal yaitu Globigerina. Difflugia kerangka luar mengeluarkan selaput lendir dan menyebabkan adanya butir-butir pasir halus dan benda lain dapat melekat. Radiolaria banyak duri dari zat kitin dan stronsium sulfat yang akan mengendap di dalam perairan membentuk endapan disebut lumpur radiolaria, sebagai bahan penggosok, bahan dinamit/peledak. Contoh Acanthometron dan Collospaera.

Flagellata (Matigophora)
Habitat di air tawar, air laut dan ada juga yang parasit di dalam tubuh manusia (hewan). Flagellata dibagi menjadi dua yaitu Fitoflagellata dan Zooflagellata. Fitoflagellata dapat melakukan fotosintesis dibagi menjadi tiga berdasarkan sifatnya yaitu halofilik mengubah zat anorganik menjadi organik (seperti tumbuhan), holozoid mampu memakan zat organik sebagai makanannya (seperti hewan), saprofitik memanfaatkan organisme yang telah mati. Fitoflagellata dibagi menjadi tiga kelompok yaitu Euglenoida, Dinoflagellata, dan Volvocida. Euglenoida tidak memiliki kloroplas (astasia), lapisan luar berupa pelikel tersusun oleh sitoplasma padat mengandung protein, contohnya Euglena viridis gerakannya disebut euglenoid. Dinoflagellata contohnya Noctiluca miliaris akan memancarkan sinar/cahaya bila terkena rangsang mekanik ketika air kena karangn, memiliki 2 flagel yang tidak sama panjangnya. Volvocida contohnya Volvox globator setiap satu sel memiliki 2 flagel, ada yang bersifat soliter dan ada yang berkoloni.

Zooflgellata flagella yang tidak berkloropas dan meyerupai hewan, hidupnya parasit. Contohnya Trypanosoma dan Leishmania. Trypanosoma bentuk tubuh pipih panjang seperti daun, hidupnya melekat disel lambung (mengisap darah manusia, hidup di dalam darah merah/darah putih), memiliki dua bentuk yaitu berflagel pada fase ekstraseluler, dan tidak berflagel pada fase intraseluler. Jenis-jenis Trypanosoma yaitu T. lewis pada tukus hospes perantaranya kutu tikus, T. evansi penyakit sura/malas pada ternak hospes perantara lalat tabanus, T. brucei penyakit nagono pada ternak hospes perantaranya lalat tse-tse, T. gabiensi dan T. rhodosiensis penyakit tidur pada manusia perantaranya lalat tse-tse, T. cruzi penyakit cagas (anemia pada anak-anak). Leishmania penyakit pada sel endotelium, pembuluh darah. Endotelium sel epitelium yang melapisi jantung pembuluh darah dan pembuluh limfa. Jenis-jenis Leishmania ada tiga yaitu L. donovani penyakit kalaazar perantaranya lalat pitak (tabanus) ditandai dengan demam dan anemia di Mesir dan India, L. tropica penyakit kulit di Asia dan Amerika selatan, L. brasilliensis penyakit kulit di Meksiko dan Amerika Tengah. Infeksi karena Trypanosoma disebut Trypanosomiasis dan karena Leishmania disebut Leishmaniasis.

Ciliata (Infusoria)
Ciliata berukuran mikroskopis 3 mm tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, ditandai dengan adanya organ silia (bulu getar untuk mencari makan). Berbentu asimetris, lepisan luar berupa pelikel, mempunyai dua tipe inti sel yaitu makronukleus dan mikronukleus, vakuola kontraktil menjaga keseimbangan air di dalam tubuhnya, memiliki mulut/sitosom. Ada 2 macam mulut pada ciliata berupa mulut membran berombak/membran yang bergerak merupakan silia yang menyatu dalam barisan panjang dan mulut membran yang berupa barisan pendek dari silia yang bersatu membentuk piringan. Fungsi silia pada mulut menghasilkan aliran makanan dan mendorong partikel makanan menuju sitofaring. Contohnya Paramecium, Stentor, Didinium, Vorticella, Stylonichia dan Balantidium coli.

Paramecium tubuhnya dilapisi pelikel, reproduksi vegetatif dengan membelah diri jika tidak mampu dengan konjugasi dan generatif. Stentor bentuk seperti terompet dan menetap. Didinium predator ekosistem perairan pemangsa Paramecium. Vorticella bentuk seperti lonceng bertangkai panjang dengan bentuk lurus atau spiral dilengkapi dengan silia. Stylonichia seperti siput silianya berkelompok banyak ditemukan pada permukaan daun yang terendam air. Balantidium coli hidup di kolon manusia dan dapat menimbulkan balantidiosis (gangguan pada perut).

Sporozoa
Reproduksi secara vegetatif terjadi pada tubuh si penderita malaria yang disebut skizogoni, sporogoni terjadi pada tubuh nyamuk. Hidupnya parasit pada sel darah, tidak memiliki alat gerak (mengikuti aliran darah). Contohnya Plasmodium. Jenis-jenis Plasmodium: P. falciparum penyakit malaria tropika, P. Vivax penyakit malaria tertina, P. malariae penyakit malaria kuartana, P. ovale penyakit limpa.

Siklus hidup Plasmodium sebagai berikut :
Bila nyamuk Anopheles menghisap darah mengeluarkan zat anti pembekuan darah untuk menjaga agar darah korban tidak membeku (zat antikoagulan). Mengeluarkan sporozoit dari mulut nyamuk dan masuk kedalam luka gigitan ditubuh korban. Sporozoit masuk di dalam sel-sel parenkima hati fasenya eksoeritrositair (selama 3 hari). Sporozoit keluar menyerang sel-sel darah dan memasukinya. Tropozoit (di dalam sel-sel darah merah) fasenya erisoeritair. Tropozoit membelah menjadi merozoid disebut skizogoni. Merozoid pecah membentuk gametosit. Gametosit menjadi gamet jantan dan betina disebut gamogoni, terjadi fertilisasi menjadi zigot, zigot menjadi ookinet (gelembung yang berbentuk seperti cacing). Ookinet menerobos dinding usus dan perut nyamuk, ookinet menjadi oosista. Oosista menjadi sporozoit yang secara sporogoni dan sporozoid menjadi kelenjar liur nyamuk untuk ditularkan lagi.