Monday, September 17, 2012

Perbedaan dan persamaan antara estuaria dan muara sungai


Pengertian estuaria | Perbedaan dan persamaan antara estuaria dan muara sungai |

  •  Estuaria adalah perairan muara sungai semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, sehingga air laut dengan salinitas tinggi dapat bercampur dengan air tawar. Estuaria dapat terjadi padalembah-lembah sungai yang tergenang air laut, baik karena permukaan laut yang naik (misalnya pada zaman es mencair) atau pun karena turunnya sebagian daratan oleh sebab-sebab tektonis. Estuaria juga dapat terbentuk pada muara-muara sungai yang sebagian terlindungi oleh beting pasir atau lumpur.

  • Perbedaan dan persamaan antara estuaria dan muara sungai !

- Estuaria
   
Estuaria merupakan ekosistem khas yang pada umumnya terdiri atas hutan mangrove, gambut, rawa payau dan daratan Lumpur.  Ekosistem ini mempunyai fungsi yang sangat penting untuk mendukung berbagai kehiudpan.  Wilayah estuaria  merupakan habitat yang penting bagi sejumlah besar ikan dan udang untuk memijah dan membesarkan anak-anaknya.    Beberapa larva ikan yang dipijahkan  di laut lepas juga bermigrasi ke wilayah estuaria pada fase larvanya.  

Wilayah ini dapat dianggap sebagai wilayah perairan peralihan (ekoton) antara habitat air tawar dengan habitat  laut yang sangat dipengaruhi oleh pasang surut dan karakter lokasinya  serta morfologisnya yang landai.  Wilayah estuaria sangat rentang terhadap kerusakan dan perubahan alami atau buatan.  Pembuangan limbah, penggunaan perairan sebagai sarana pengangkutan, serta berubahnya sistem daerah aliran sungai, merupakan sebagian dari penyebab degradasi kualitas ekosistem estuaria.


- Muara sungai

Kombinasi pengaruh air laut dan air tawar akan menghasilkan suatu komunitas yang khas, dengan lingkungan yang bervariasi, antara lain:

(1) Tempat bertemunya arus air tawar dengan arus pasang-surut, yang berlawanan menyebabkan suatu pengaruh yang kuat pada sedimentasi, pencampuran air, dan ciri-ciri fisika lainnya, serta membawa pengaruh besar pada biotanya;

(2) Pencampuran kedua macam air tersebut menghasilkan suatu sifat fisika lingkungan khusus yang tidak sama dengan sifat air sungai maupun sifat air laut;

(3) Perubahan yang terjadi akibat adanya pasang-surut mengharuskan komunitas mengadakan penyesuaian secara fisiologis dengan lingkungan sekelilingnya; dan

(4) Tingkat kadar garam di daerah estuaria tergantung pada pasang-surut air laut, banyaknya aliran air tawar dan arus-arus lainnya, serta topografi daerah estuaria tersebut.

0 komentar:

Post a Comment