Showing posts with label Coursework. Show all posts
Showing posts with label Coursework. Show all posts

Wednesday, October 3, 2012

PROPERTI AIR LAUT DAN AIR MURNI

PERBEDAAN AIR LAUT DAN AIR MURNI | PROPERTI / KANDUNGAN AIR ASING DAN AIR MURNI | PROPERTI AIR LAUT DAN AIR MURNI


PROPERTI AIR LAUT

Temperatur dan salinitas merupakan 2 properti air laut yang terpenting, karena keduanya mempengaruhi densitas yang merupakan factor utama yang membangkitkan pergerakan vertical air laut. Salinitas air laut umumnya bervariasi antara 33 sampai 38‰, dengan rata-rata sekitar 35‰. Salinitas 35‰ setara dengan ukuran sekitar 3,5%, atau 35 g garam pada total 1 kg air laut. Lebih dari 90% garam terlarut pada air laut berasal dari enam (6) elemen utama, ialah: chlorin (Cl-), sodium (Na+), magnesium (Mg2+), sulfur (SO4 2-), calcium (Ca2+) dan potassium (K+). Dua elemen penting lainnya ialah: bikarbonat (HCO3-) dan bromin (Br-).


PROPERTI AIR MURNI

Air murni dibentuk oleh persenyawaan 2 atom hydrogen (H) dan 1 atom oksigen (O), membentuk H.O. Berdasarkan kandungan total zat terlarut (Total Dissolved Solid=TDS), air murni tidak mengandung TDS sama sekali.

Faktor Kimia yang mempengaruhi peyebaran Fitoplankton

Faktor Kimia yang mempengaruhi peyebaran Fitoplankton - Keberadaan plankton sangat mempengaruhi kehidupan di perairan karena memegang peranan penting sebagai makanan bagi berbagai organisme laut. Berubahnya fungsi perairan sering diakibatkan oleh adanya perubahan struktur dan nilai kuantitatif plankton. Perubahan ini dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari alam maupun dari aktivitas manusia seperti adanya peningkatan signifikatif konsentrasi unsur hara secara sporadis sehingga dapat menimbulkan peningkatan nilai kuantitatif plankton melampaui batas normal yang dapat ditolerir oleh organisme hidup lainnya. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak negatif berupa kematian massal organisme perairan akibat persaingan penggunaan oksigen terlarut seperti yang terjadi di berbagai perairan di dunia dan beberapa perairan Indonesia. 
Fitoplankton

Faktor Kimia yang mempengaruhi peyebaran Fitoplankton | Faktor yang mempengaruhi penyebaran Fitoplankton 

Salinitas 
Salinitas merupakan salah satu parameter lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap kelimpahan fitoplankton di perairan. Hal ini disebabkan oleh adanya daya toleransi yang berbeda antar spesies untuk hidup dan tumbuh dalam kisaran salinitas yang berbeda. Lagi pula umumnya organisme laut bersifat stenohaline yaitu beradaptasi pada kisaran salinitas yang kecil (Odum, 1971). 

Kandungan oksigen terlarut 

Perbedaan rata-rata kandungan oksigen terlarut antar grup pada kelimpahan fitoplankton terjadi karena oksigen terlarut merupakan produksi dari proses fotosintesa. Kelimpahan fitoplankton yang tinggi akan menghasilkan oksigen yang lebih banyak jika dibandingkan dengan kelimpahan fitoplankton yang lebih rendah. Jadi kelimpahan fitoplankton yang tinggi cenderung menghasilkan kandungan oksigen yang tinggi sebagai hasil dari proses fotosintesa. Nielsen (1975); Clark (1977) dalam Widjaja (1994) menambahkan bahwa peningkatan produktivitas primer hasil proses fotosintesis sebanding dengan jumlah oksigen yang dihasilkannya, dan kandungan oksigen terlarut di perairan dapat memberikan petunjuk tentang tingginya produktivitas primer suatu perairan. 

Nitrat memiliki peranan dalam membedakan tinggi rendahnya kelimpahan fitoplankton dengan perbedaan rata-rata yang signifikan antar grup. Perbedaan kandungan nitrat pada waktu dan tempat di perairan dapat mengakibatkan perbedaan kelimpahan fitoplankton. Menurut Sumich (1992) dan Tomascik et al., (1997), peningkatan dan pertumbuhan populasi fitoplankton pada perairan berhubungan dengan ketersediaan nutrien dan cahaya. Untuk kandungan fosfat yang tidak berperan besar dalam membedakan tinggi rendahnya kelimpahan fitoplankton di perairan Teluk Manado menunjukkan bahwa kandungan nutrien khususnya fosfat belum merupakan faktor pembatas atau masih dalam kisaran yang cukup untuk pertumbuhan fitoplankton. Demikian pula halnya dengan pH, kecerahan dan suhu tidak terlalu bervariasi antar stasiun maupun waktu yang menyebabkan perbedaan kelimpahan  fitoplankton. 


Nutrient 

Suplai dan unsur senyawa essensial kedalam suatu system perairan, khususnya nitrogen, fospat dan silikat sering dilihat sebagai faktor pembatas yang mempengaruhi penyebaran dan pertumbuhan komunitas populasi fitoplankton. 

Nitrogen 

Nitrogen dibutuhkan untuk mensintesa protein. Menurut parsons at al. (1984), nitrogen di laut terutama berada dalam bentuk molekul-molekul nitrogen dan garam-garam anorganik seperti nitrat, nitrit dan ammonia dan beberapa senyawa nitrogen organic (asam amino dan urea). 

Fosfat
Fosfat di laut berada dalam bentuk fosfat anorganik terlarut, fosfat organic terlarut, dan patikula fosfat (levinton, 1984; parsons et al,.1984). fitoplankton secara normal dapat mengasimilasi secara langsung fosfat anorganik terlarut. Fosfat berperan didalam mentrasfer energy dalam sel fitoplankton (misalnya dalam phosphorylation) dari energy ADP rendah menjadi ATP tinggi (Tomascik et al ,. 1997) 

Dari berbagai jenis nutrient, silikat meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar namun bukan merupakan senyawa atau unsure utama yang essensial bagi fitoplankton seperti fosfat dan nitrat. Karena silikat tidak terlarut penting dalam komposisi protoplasma tumbuhan tetapi hanya berfungsi untuk menyusun kerangka (shell) diatom dan cyst dari yellow-brown algae (reid and wood, 1976) serta berperan dalam sintesa DNA pada cylindrotheca fusifrom (kennish, 1990). Meskipun demikian, bila kandungan silikat terlarut dalam suatu perairan berkurang dapat menghambat laju pembelahan sal dan menekan aktivitas metabolisme sel fitoplankton. 


Silikat 

Ketersediaan silikat sering kali berdampak terhadap kelimpahan dan produktivitas fitoplankton dan menjadi factor pembatas bagi populasi fitoplankton lainnya (kennish, 1990). Artinya bila ketersediaan silikat dalam perairan berada dalam konsentrasi yang cukup maka pertumbuhan fitoplankton, khususnya diatom akan meningkat dan mendominasi perairan. Tetapi sebaliknya jika konsentrasinya rendah maka kepadatan populasi diatom akan rendah bila dibandingkan dengan kelompok fitoplankton lainnya seperti dinoflagellata. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Levinto (1982) bahwa berkurangnya konsentrasi silikat di dalam perairan dapat membatasi pertumbuhan populasi fitoplankton dan secara langsung akan terjadi suksesi spesies fitoplankton ke arah spesies yang kekurangan silikat. Dengan demikian silikat merupakan factor pembatas bagi pertumbuhan fitoplankton diatom di dalam suatu perairan.

Konsentrasi nutrient dilapisan permukaan sangat sedikit dan akan meningkat pada lapisan termoklin dan lapisan dibawahnya. Hal sama juga dikemukakan oleh Brown et al,. (1989), bahwa nutrient memiliki konsentrasi rendah dan berubah-ubah pada permukaan laut dan konsentrasinya akan meningkat dengan bertambahnya kedalaman serta akan mencapai konsentrasi makasimum pada kedalaman 500-1500 m.

Phaeophyta Receptacle Bladder


Phaeophyta | Receptacle | Bladder
 
Receptacle adalah
bagian dari ujung thallus yang merupakan salah satu bagian yang berkaitan dengan reproduksi. Contoh : bagian ujung thallus yang termasuk dalam kategori alga facueles. Berfungsi sebagai alat untuk penghasil gamet jantan dan betina


Bladder adalahgelembung-gelembung udara yang bentuknya bulat dan biasanya terdapat pada tiap-tiap percabangan. Berfungsi sebagai tempat cadangan oksigen supaya mudah mengapung.

 

Tuesday, October 2, 2012

Sejarah akustik kelautan

Sejarah Akustik Kelautan
Pengertian Akustik
Akustik adalah sebuah bidang yang cakupan bahasannya tentang gelombang suara dan perambatannya dalam suatu medium. Akustik kelautanadalah teori yang membahas tentang gelombang suara dan perambantannya dalam suatu medium air laut. Akustik kelautanmerupakan satu bidang kelautan yang untuk mendeteksi  target di kolom perairan dan dasar perairan dengan menggunakan suara sebagai mediannya.

Sejarah Perkembangan Akustik Kelautan 
 

Akustik kelautan

Dimulai sekitar tahun 1490 yang bersumber dari catatan  harian Leonardo da vinci yang menuliskan : “Dengan menempatkan ujung pipa yang panjang didalam laut dan ujung lainnya di telinga anda, dapat mendengarkan kapal-kapal laut dari kejauhan”. Ini mengindikasikan bahwa suara dapat berpropagasi di dalam air. Ini yang disebutkan dengan Sonar pasif ( passive Sonar) karena kita hanya mendengar suara yang ada.

Pada abad ke 19, Jacques and Pierre Currie menemukan piezoelectricity, sejenis kristal yang dapat membangkitkan arus listrik jika kristal tersebut ditekan, atau jika sebaliknya jika kristal tersebut dialiri arus listrik maka kristal akan mengalami tekanan yang akan menimbulkan perubahan  tekanan di permukaan kristal yang bersentuhan dengan air. Selanjutnya signal suara akan berpropagansi didalam air. Ini yang selanjutnya  disebut dengan Sonar Aktif( Active Sonar). 

Perkembangan akustik lebih lanjut dapat dilihat pada Perang Dunia pertama khususnya digunakan untuk pendeteksian kapal-kapal selam yang ada dibawah laut. Pendeteksian ini menggunakan 12 hydrophone ( setara dengan microphone untuk penggunaan di darat) yang diletakan memanjang di bawah kapal laut untuk mendengarkan sinyal suara yang berasal dari kapal selam.

Perkembangan akustik kelautan makin pesat ketika Perang Dunia di mulai. Penggunaan torpedo yang menggunakan sinyal akustik untuk mencari kapal musuh adalah penemuan yang hebat pada jaman itu. Pada saat itu ilmu tentang akustik hanya di fokuskan untuk keperluan-keperluan militer.

Pada akhir perang dunia II barulah pengetahuan tentang akustik lebih berkembang atau makin meluas. Bukan hanya untuk keperluan militer saja tapi juga untuk keperluan non – militer diantaranya : mempelajari proses perambatan suara didalam medium air, penelitian sifat-sifat akustik dari air dan benda-benda bawah air, pengamatan benda-benda dari echo yang mereka hasilkan, pendeteksian sumber-sumber suara bawah air, komunikasi dan penetapan posisi dengan alat akustik bawah air

Perkembangan akustik kelautan yang makin intensif pada decade tahun 70 –an. Pada decade ini, ilmu tentang akustik diterapkan dalam pendeteksian dan pendugaan stok ikan, yakni dengan dikembangkannya analog echo-integrator dan echo counter. Perkembangan ilmu tentang akustik ini dapat di lihat  di  Negara Inggris dan di beberapa Negara lain seperti Norwegia, Amerika, Jepang, Jerman dan sebagainya.

Perkembangan selajutnya adalah diketemukannya digital echo integrator dual beam acoustic system, split beam acoustic system, quasy ideal beam system dan aneka echo processor canggih lainnya, barulah ketelitian dan ketepatan pendugaan stock ikan dapat ditingkatkan sehingga akhir-akhir ini peralatan akustik menjadi peralatan standar dalam pendugaan stock ikan dan manajemen sumberdaya perikanan.

Pada saat sekarang ilmu akustik di manfaatkan untuk aplikasi dalam survei kelautan, budidaya perairan, penelitian tingkah laku ikan, aplikasi dalam studi penampilan dan selektivitas alat  tangkap,  bioakustik. Aplikasi dalam survei kelautan, dengan akustik kita dapat menduga spesies ikan yang ada di daerah tertentu dengan menggunakan pantulan dari suara, semua spesies mempunyi target strengh yang berbeda-beda. Aplikasi dalam dunia budidaya untuk pendugaan jumlah ekor, biomass dari ikan dalam jaring/kurungan pembesaran untuk menduga ukuran dari individu ikan dalam jaring kurungan, memantau tingkah laku ikan dengan acoustic tagging.

Aplikasi akustik dalam tingkah laku ikan meliputi pergerakkan migrasi ikan dengan acoustic tagging, orientasi target (tilt angle), reaksi menghindar terhadap gerak kapal survei dan alat tangkap, respon terhadap rangsangan/stimuli cahaya, suara, listrik, hidrodinamika, komia, mekanik dan sebagainya. Aplikasi dalam studi penampilan dan selektivitas alat tangkap ikan meliputi pembukaan mulut trawl dan kedalaman, selektivitas penagkapan dengan melihat ukuran ikan target.

Thursday, September 27, 2012

Perbedaan Thallophyta dan Spermatophyta



Perbedaan Thallophyta dan Spermatophyta
Thallophyta adalah tumbuhan yang memiliki thallus termasuk diantaranya adalah golongan jamur/fungi, fitoplankton, ganggang dan merupakan sebutan level divisi yang umum untuk tumbuhan yang memiliki thallus, yaitu tumbuhan yang belum mempunyai akar, batang, dan daun yang jelas karena memiliki fungsi yang sama.


Pada mata kuliah Botani Laut, tumbuhan yang sering / umum digunakan  untuk diidentifikasi adalah jenis algae yaitu tumbuhan thallus yang mampu hidup dalam keadaan terendam air dalam salinitas tertentu sesuai dengan jenisnya. Bentuk tumbuhan ini mulai dari unicellular(1 sel) hingga multicellular (banyak sel), memiliki habitat yang mendominasi air tawar (salinitas  rendah;Chlorophyta) hingga yang mendominasi di lautan (salinitas tinggi;Rhodophyta).

Spermatophyta
adalah divisio tumbuhan yang telah memiliki akar, batang, dan daun yang jelas atau sejati karena memiliki fungsi yang berbeda-beda. Divisi Spermatophyta meliputi golongan tumbuhan berbiji baik tumbuhan berkeping satu (monokotil) maupun dua (dikotil). Pada mata kuliah Botani Laut, divisi spermatophyte yang umum untuk bahan identifikasi yaitu lamun (seagrass) dan berbagai jenis Mangrove lainnya.


Wednesday, September 26, 2012

Pengertian Laut

Definisi Laut ( Pengertian Laut ) | wilayah laut | Samudra |

Laut
ialah seluruh badan air asin yang saling berhubungan dan menutupi 70% (tepatnya 70,78%) dari permukaan bumi. Jumlah ini tidak termasuk Danau Asin (Salt Lake) yang tidak dinyatakan sebagai laut, berdasarkan definisi di atas. Air pada permukaan bumi, dengan demikian, bisa dibedakan berdasarkan tempatnya, ialah: air laut dan badan air yang ada di darat, selain Laut. Dari total badan air yang menutupi permukaan bumi, 97% ialah air laut. Hanya sekitar 3% air di bumi yang bukan air laut. Citra (image) dari satelit terhadap planet bumi memperlihatkan warna dominan biru. Laut lebih banyak menyerap spektrum cahaya selain biru; spektrum warna biru akan dipantulkan dan tertangkap oleh citra satelit, yang menunjukkan identitas laut. Dari sisi luas permukaan, laut jelas sangat dominan, namun kita tampaknya belum menghargai laut sebagai mana mestinya. Kita mempergunakan istilah planet bumi, bukan planet laut, dalam peradaban dan perkembangan pengetahuan manusia.





Secara geografis, manusia membagi wilayah laut menjadi empat bagian kecil, masing-masing diberi identitas sebagai Ocean, kita terjemahkan sebagai samudera: Samudera Atlantic(k), Samudera Hindia (menjelaskan istilah Indian Ocean), Samudera Pasificdan Samudera Artic. Samudera Pasifik, pada beberapa teks, juga dipisahkan dengan Samudera Antartik sehingga total menjadi lima samudera. Samudera Pasifik ialah yang paling luas (50,1% dari luas laut), diikuti oleh Samudera Atlantik (26,0%), Samudera Hindia (20,5%) dan Samudera Artik (3,4%). Di darat, kita mengenal istilah continent, diartikan sebagai benua, ialah daratan luas yang diskret dan idealnya, masing-masing dipisahkan oleh laut. Berdasarkan kebiasaan atau konvensi (bukan kriteria baku), kita mengenal tujuh benua, ialah: Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Antartik, Eropa dan Australia. Pada catatan ini, kita bisa melihat bahwa istilah benua dan samudera bisa saling dipertukarkan. Pada beberapa teks, istilah continent (benua) dibuat untuk menunjukkan kondisi antipodal (berlawanan) – Benua Eropa ialah antipodal dari Benua Australia..

Samudera sering digambarkan sebagai badan air asin yang kontinyu, mengelilingi benua atau continent. Masing-masing samudera mempunyai wilayah yang lebih dangkal, yang berbeda dengan wilayah di sekitarnya secara fisik, kimiawi maupun biologis. Masing-masing wilayah bagian ini disebut sea atau laut. Ahli-ahli geografi membuat definisi, laut (sea) ialah: pemisahan wilayah samudera menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, masing-masing, sebagian atau seluruhnya dipisahkan oleh daratan. Berdasarkan definisi ini, paling tidak teridentifikasi terdapat 50 laut (seas) di dunia – Laut Arafura, Laut Flores, Laut Jawa atau Laut Timor ialah ekspresi dari penjelasan istilah laut sebagai bagian dari samudera.

Bay
dan Gulf, keduanya diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan satu kata,Teluk – Bay dan Gulf, ialah laut yang hampir seluruh bagiannya tertutupi atau terlindung oleh daratan – Gulf of Thailand ialah sebuah contoh yang cukup baik untuk memahami istilah Gulf, atau teluk. Tidak ada ketentuan internasional sampai saat ini, yang menyatakan ukuran relatif dari Bay atau Gulf. Secara umum berlaku aturan tidak baku, bahkan tidak mengikat, ialah bahwa Gulf mempunyai ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan Bay. Bay of Bengal sebenarnya mempunyai ukuran yang tidak lebih kecil dari Gulf of Thailand. Namun karena suatu definisi yang bersifat arbitrari (tidak baku), nama Bay of Bengal tidak akan dirubah menjadi Gulf of Bengal, dan di Indonesia kita menyebut Teluk Bengali. Sebaliknya Gulf of Thailand juga kita sebut Teluk Thailand. Tomini dan Cendrawasih mungkin merupakan dua teluk yang terbesar di Indonesia. Sesuai definisi, keduanya terlindung oleh daratan. Teluk Pangpang (Banyuwangi) dan Teluk Waworada (Sumbawa), sebaliknya, berukuran jauh lebih kecil dari Teluk Tomini dan Cendrawasih. Namun, keduanya juga terlindung oleh daratan.
Berdasarkan kebiasaan, planet bumi (bukan planet laut) dibedakan menjadi dua belahan bumi atau hemisphere, ialah: belahan bumi utara (northern hemisphere) dan belahan bumi selatan (southern hemisphere). Jika planet bumi dibelah pada bagian tengah, ialah equator, setengah bumi bagian atas disebut northern hemisphere, dan sebaliknya, southern hemisphere. Melalui pembagian ini, ditunjukkan bahwa lebih dari 70% daratan terletak pada belahan bumi utara dan dihuni oleh sekitar 90% penduduk dunia. Sebaliknya, lebih dari 80% belahan bumi selatan ditutupi oleh laut, dan dihuni hanya oleh 10% penduduk dunia. Dengan cara yang sama, planet bumi juga bisa dibedakan menjadi belahan timur (eastern hemisphere) dan barat (western hemisphere). Namun kita sangat jarang menemukan pemisahan ini pada naskah ilmiah untuk tujuan spesifik. Luas total permukaan laut ialah 361 juta km2, dengan rata-rata kedalaman 3.730 m dan total volume sekitar 1,347 miliar km3. Setiap 1 km3 air laut setara dengan berat 1,12 miliar ton dan mengandung 40 juta ton bahan terlarut, mulai dari garam hingga ion-ion  terlarut baik ion minoritas (K+, SO42-)maupun ion-ion mayoritas (Cl-,Na+dan Mg2+).